jump to navigation

Download Soal Latihan Icho November 6, 2008

Posted by rezha julio in Tak Berkategori.
2 comments

kalo yang mo download soal icho boleh kok

tinggal diklik aja ok!!!

Mengenal Lebih Jauh Proses Dispersi Pigmen November 6, 2008

Posted by rezha julio in Kimia Material.
Tags: , , ,
add a comment

Kategori Kimia Material
Mengenal Lebih Jauh Proses Dispersi Pigmen
Oleh Ucok Larici
Proses dispersi pigmen merupakan suatu tahapan penting dalam pembuatan tinta. Proses ini harus berjalan efektif dan efisien karena sangat berpengaruh terhadap kualitas tinta seperti kualitas gloss,kekuatan tinta dan sifat transparansi tinta. Pada umumnya proses disperse dapat dibagi menjadi tiga tahapan yaitu proses pembasahan (wetting), proses pemecahan (grinding) dan proses stabilisasi.

  • Proses pembasahan pigmen: Pada proses pembasahan pigmen,seluruh gas oksigen yang terdapat di antara permukaan agregat dan aglomerat pigmen digantikan oleh resin.
  • Proses pemecahan: Proses ini membutuhkan energi mekanis yang besar agar aglomerat pigmen dapat terpecahkan ke partikel yang lebih kecil.
  • Proses stabilisasi: Proses ini bertujuan diperlukan untuk mempertahankan pigmen yang telah terpecahkan tidak bersatu kembali.

Mekanisme proses dispersi.

Pemilihan pendispersi (dispersant) yang tepat sangat dipengaruhi oleh sifat kimia pigmen dan juga resin yang digunakan.

Proses Pembasahan Pigmen

Pada intinya proses ini merupakan suatu proses yang menggantikan senyawa yang teradsorpsi di permukaan pigmen dan di dalam agglomerasinya (seperti air,oksigen,dan udara) dengan bantuan resin.

Proses pembasahan yang sempurna akan meningkatkan performa tinta yang begitu sangat tergantung oleh interaksi antara partikel pigmen dan system resin. Proses ini dapat dibantu dengan adanya suatu dispersant yang membantu terjadinya interaksi antar partikel cair dan padat dengan cara mengggantikan interaksi partikel antara gas/udara dengan padat.

Proses Penggantian udara dan air oleh resin

Tingkat efisiensi dari proses pembasahan ini sangat tergantung dari perbedaan tegangan permukaan (surface tension) dari pigmen dan resin. Mekanisme adsorpsi ini sangat tergantung pada sifat kimia pigmen dan juga tipe dispersant yang dipakai.

Kajian secara thermodinamika

Secara termodinamika proses pembasahan membutuhkan kerja adhesi pada interface cair dan padatan (Wa) yang begitu besar atau setidak-tidaknya lebih besar dari kerja kohesi yang dibutuhkan (Wa > Wk).

Kecepatan penetrasi suatu zat cair ke dalam suatu padatan dapat dijelaskan melalui persamaan Wasburn

Dimana h ialah kedalaman (tinggi) aksi penetrasi selama waktu t, σ ialah tegangan permukaan dari cairan, η ialah viskositas, θ ialah sudut pembasahan (wetting), r ialah radius rata-rata dari kapilar, C ialah koefisien struktural (berhubungan dengan porositas) sedangkan W ialah energi pembasahan (wetting).

Proses Pemecahan

Setelah melalui proses pembasahan (wetting stage), tahapan selanjutnya adalah proses pemecahan (grinding stage) Proses ini memerlukan energi mekanis yang dapat diperoleh dari mesin pemecah (grinding machine).

Pigmen yang telah terdispersi

Setelah pigmen terpecahkan menjadi partikel-partikel kecil maka luas permukaan pigmen pun semakin besar sehingga diperlukan zat aditif dalam jumlah yang cukup besar untuk membasahi permukaan tersebut.

Namun meskipun pigmen telah terdispersi,partikel-partikel tersebut dapat kembali membentuk agglomerasi. Proses ini dinamakan flokulasi. Agar flokulasi tidak terjadi maka diperlukan suatu proses lanjutan yang dinamakan proses stabilisasi.

Proses Stabilisasi pigmen

Tujuan proses stabilisasi adalah untuk mencegah terjadinya flokulasi.Sifat flokulasi pigmen dapat dilihat dari tidak seragamnya ukuran partikel. Flokulasi menyebabkan sifat aliran tinta (reologi) tinta menjadi buruk dan menurunnya sifat gloss tinta dan juga berkurangnya stabilitas tinta. Pada umumnya, flokulasi akan berkurang jika pada tinta diberikan suatu energi mekanis (mixing) namun keadaan tersebut hanya sementara karena flokulasi akan terbentuk lagi jika energi yang diberikan ditiadakan. Karena itu dalam proses dispersi perlu ditambahkan zat dispersant untuk mencegah terjadinya flokulasi.

Proses stabilisasi menghambat terjadinya gaya Van der Waals di antara partikel pigmen yang dapat menyebabkan terjadinya aglomerasi.

Terdapat dua prinsip mekanisme terjadinya proses stabilisasi pada proses dispersi pigmen.

  • Stabilisasi Elektron: Stabilisasi elektrostatik terjadi apabila tempat-tempat yang bermuatan sama pada permukaan pigmen bersentuhan satu sama lain. Dua partikel yang memiliki muatan sama menghasilkan efek tolak-menolak. Tolakan Coulomb yang dihasilkan oleh partikel-partikel bermuatan memungkinkan sistem tetap stabil.
  • Stabilisasi Sterik: Pigmen dikatakan stabil secara sterik apabila permukaan partikel-partikel padat seluruhnya ditutupi oleh polimer, sehingga membuat persentuhan partikel dengan partikel tidak mungkin. Interaksi kuat antara polimer dan pelarut (pelarut organik atau air) mencegah polimer untuk berdekatan satu sama lain (flokulasi).

Komputer biologis dari RNA November 6, 2008

Posted by rezha julio in bioteknologi.
Tags: , ,
add a comment

Komputer biologis dari RNA
Oleh Soetrisno
Ilmuwan di Amerika Serikat telah berhasil merakit asam-asam ribonukleat ke dalam sebuah sistem logika teradaptasikan yang bisa diprogram untuk mengindera dan merespon molekul-molekul di dalam sel-sel jamur yang hidup. Penelitian ini membuka jalan untuk penemuan peranti-peranti buatan yang dapat memantau kondisi-kondisi sel dan mengambil tindakan yang diperlukan − seperti menyalurkan obat untuk mengobati sebuah sel yang sakit.

Komputer biologis ini, yang seluruhnya terbuat dari RNA, mengontrol translasi RNA duta (mRNA) menjadi protein. Sejauh ini, komputer-komputer biologis tersebut baru dapat ditanam di dalam mRNA protein fluoresens hijau (GFP), untuk membuat sel-sel jamur menyala hijau sebagai respon terhadap keberadaan molekul-molekul tertentu. Tetapi menurut teori, respons ini bisa menjadi fungsi molekuler manapun, papar Christina Smolke, yang memimpin penelitian di Institut Teknologi California.

Melalui alat-alat komputasi biologis yang telah dibuat sebelumnya, Smolke menekankan bahwa penelitiannya menemukan sebuah kerangka umum untuk membangun bio-komputer yang berbasis RNA. Sistem ini mudah diprogram, paparnya, karena terbuat dari tiga komponen terpisah yang dapat disesuaikan, analog dengan komponen-komponen “tancap dan main” yang ada di sirkuit-sirkuit elektronik.

Sensor dari masing-masing peranti terbuat dari sebuah aptamer RNA, sebuah rantai pendek yang mengikat molekul target spesifik. Dengan menggunakan rantai RNA lain, aptamer RNA ini digabungkan dengan sebuah ribozim, rantai akhir dari RNA yang bisa memotong mRNA. Apabila sebuah molekul “input” terikat ke sensor, ini menimbulkan perubahan konformasi dalam ribozim − baik dengan menyebabkannya memotong mRNA, atau dengan menutupnya.

“Kami mengelompokkan komponen-komponen bio-komputer ini dalam tiga kategori fungsional: sensor, pemancar, dan aktuatora,” kata Smolke. “Jadi selama sepotong RNA merupakan sebuah sensor, misalnya, maka anda bisa menancapkannya ke bagian dari alat ini. Dan jadi anda memiliki kemampuan “tancap dan main” ini yang memungkinkan anda untuk merakit fungsi-fungsi yang beragam dari jumlah yang sangat kecil dari komponen-komponen yang telah ditentukan.”

Smolke dan rekannya Maung Nyan Win menggunakan sistem mereka untuk membuat gerbang-gerbang logika biomolekuler, dengan meniru yang ada pada sirkuit-sirkuit elektronik. Peranti RNA mereka ini adalah yang pertama membuat komputasi multi-input (dengan bereaksi terhadap dua atau lebih molekul pada saat yang sama). Dalam sebuah contoh sederhana (gerbang AND), fluoresensi dalam sel-sel jamur dideteksi hanya ketika dua input molekuler, teophylin dan tetrasiklin, kedua-keduanya ada.

“Ini merupakan sebuah tahapan yang sudah berada dalam jalur yang tepat,” kata Milan Stojanovic, seorang ahli terapeutik eksperimental yang sedang meneliti biokomputasi di Columbia University di New York. “Sebuah tahapan terhadap pencapaian beberapa harapan yang sangat besar dimana anda akan memiliki sirkuit-sirkuit buatan lengkap yang melakukan berbagai fungsi otomatis dalam sel. Harapan saya bahwa dalam jangka lima atau sepuluh tahun, gambaran lengkap dari peranti ini sudah rampung. Friedrich Simmel, yang meneliti komputasi biomolekuler di Technical University of Munich di Jerman, mengatakan, “Cukup sulit untuk mengatakan apakah ini akan bekerja pada kondisi sesungguhnya tapi pada dasarnya anda bisa membuat komputasi-komputasi logis rumit dengan beberapa fungsi yang ditunjukkan disini.”

Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/

upload pic November 5, 2008

Posted by rezha julio in teman sma.
Tags:
add a comment

bwat temen2 sma yang mo upload pic kirim ja ke email aq,

tapi disortir lagi picnya coz memori terbatas ^_^

Halo dunia! November 5, 2008

Posted by rezha julio in Tak Berkategori.
Tags: ,
add a comment

Halo dunia

Hari ini adalah hari bersejarah

kerena

hari ini aku telah membuat blog pertamaku

mohon bimbingan bwat belajar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.